Home » , » 3 Kunci Sukses Tiongkok jadi Raksasa Ekonomi

3 Kunci Sukses Tiongkok jadi Raksasa Ekonomi

Diposting pada Minggu, 07 Desember 2014 | 17.44



Berawal dari rasa penasaran Presiden Republik Indoneisa, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi terhadap kesuksesan yang diraih oleh Tiongkok yang saat ini menjadi raksasa ekonomi dunia, Presiden Tingkok, Xi Jinping memberikan tiga kunci sukses Tiongkok yang dilakukan selama ini sehingga mereka bisa menjadi raksasa ekonomi dunia seperti saat ini. Tiga kunci sukses tersebut dipaparkan langsung ole Xi Jinping kepada Jokowi.

Dalam acara Bankers Dinner yang diadakan oleh Bank Indonesia, pada Kamis, 20 November 2014 yang lalu, presiden RI, Jokowi, menyampaikan rasa penasarannya secara langsung kepada Xi Jinping. Rasa penasaran tersebut diakui oleh Jokowi ada karena melihat Tiongkok yang saat ini sudah dikenal sebagai raksasa ekonomi dunia.

 Dalam kesempatan tersebut jokowi hanya meminta tiga kunci sukses Tongkok sehingga bisa menjadi raksasa ekonomi dunia. Xi Jinping selaku Presiden Tiongkok langsung memenuhi permintaan tersebut dan memaparkan tiga kunci sukses yang diminta.

Berikut adalah tiga kunci sukses Tiongkok menjadi raksasa ekonomi dunia.

1. Partai yang bersatu 

Ini yang sulit. Partai yang harus bersatu. Kok bisa? Iya, kalau tidak seperti itu bagaimana bisa membuat visi ke depan. Semua menatap ke satu arah yang sama. Bukan yang satu ke utara, selatan, barat, timur, bawah, ke atas," tutur Jokowi.

2. Gagasan besar 

Kunci kedua yang dibagi Xi Jinping kepada Jokowi adalah gagasan besar. Sebuah negara harus memiliki gagasan, rencana, dan mimpi yang besar. Ketiga hal ini tidak turun dari langit. Seorang pemimpin, misalnya presiden, punya peran untuk merumuskan dan mendorong gagasan tersebut. Caranya mengejar mimpi, gagasan seperti apa? Ini tugas pemimpin.

3. Pembangunan Infrastruktur

Adapun kunci sukses yang ketiga adalah pembangunan infrastruktur. Jika infrastruktur dibangun lebih dari 20 tahun lalu, biaya-biaya pembebasan lahan, bahan bangunan, dan perizinan tergolong lebih murah dari saat ini. Terlambat bukan berarti tidak bisa dilakukan. Namun, infrastruktur tidak mungkin dibangun tanpa adanya investasi. Mengikuti jejak Tiongkok, Jokowi mendorong masuknya aliran dana asing dalam bentuk investasi, khususnya investasi jangka panjang bagi pembangunan infrastruktur.

Akankah ketiga kunci sukses tersebut dapat diterapkan di Indonesia? Dan apakah dengan mengikuti jejak Tiongkok dapat membuat Indonesia lebih baik? Kita tunggu saja perkembangannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.